Juventus Buru N’Golo Kante

Juventus dikabarkan akan serius dalam memburu jasa N’Golo Kante. Juve akan langsung dekati Kante setelah bursa transfer musim panas dibuka.

Dalam 2 tahun belakangan ini, Kante dinobatkan menjadi gelandang terbaik didunia. Ia berhasil menampilan penampilan yang impresif tersebut bersama Leicester City, Chelsea dan Timnas Prancis sehingga ia kerap disamakan dengan legenda Les Bleus, Claude Makelele.

Dimusim ini, Kante merasa frustasi di Chelsea. Hal ini menyusul keputusan Maurizio Sarri untuk menggesernya menjadi gelandang box to box, untuk mengakomodir Jorginho di posisi gelandang bertahan.

Dilansir Le10Sports, Juventus sudah menyadari hal itu dari musim ini. Mereka dikabarkan akan mencoba membajak Kante dari Chelsea begitu bursa transfer dibuka.

Menurut laporan tersebut, Juve sangat ngotot untuk mendapatkan Kante, dikarekan Juventus sangat kekurangan gelandang bertahan yang bagus.

Juventus sebenarnya mempunyai dua gelandang top, yakni Sami Khedira dan juga Emre Can yang didatangkan dari Liverpool.

Namun peforma dari Khedira sudah mulai menurun, sementara performa Emre Can juga masih belum stabil. Untuk itu Juve kian ngotot ingin mendapatkan gelandang asal Perancis ini karena dinilai mempunya atribut untuk bermain di klub sebesar Juventus.

Mbappe Susah Tidur Usai PSG Dikalahkan MU

Bintang PSG mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa tidur setelah timnya PSG terdepak dari Ajang Liga Champions usai di kalahkan Manchester United pada tengah minggu kemarin.

Di leg pertama PSG mampu mengunguli United di Old Trafford dengan skor 0-2, PSG justru tertinggal dari United ketika laga masih berjalan 2 menit setelah Romelu Lukaku sukses menjarangkan bola hasil dari kesalahan passing dari lini belakang PSG.

Walaupun sempat menyamakan kedudukan dari gol Juan Bernat, Lukaku berhasil membuat United unggul kembali lewat tendangan terukurnya dan akhirnya penalti Marcus Rashford di waktu injury time mampu membuat PSG tersingkir dari Liga Champions lewat keunggulan gol tandang.

Beda dengan di leg pertama, peforma Mbappe di leg kedua bisa di bilang buruk. Penyerang yang masih berusia 20 tahun itu banyak sekali membuang-buang peluang, dan ia pun mengakui bahwa kekalahannya ini membuat ia sedih.

“Saya terkejut. Kami sangat bekerja keras sampai dengan ke tingkat ini akan. Saya tidak bisa tidur begitu juga dengan yang lainnya” ujar Mbappe kepada TF1.

“Jujur, sangat sulit menyadari ini,karena Liga Champions adalah target utama kamu. Stadion penuh dengan aksi luar biasa akan tetapi kami merusak pestanya.” tambahnya.