Mencoba Memahami Jalan Pikiran Zinedine Zidane yang Bersedia Kembali ke Real Madrid

Zinedine Zidane sebut media beken Inggris dan Marca kembali menangani Real Madrid. Kabar ini bisa mengejutkan beberapa hari terakhir rumor pelatih baru Los Blancos pengganti Santiago Solari adalah Jose Mourinho.Mencuat pertanyaan setelah meninggalkan tim selama sembilan bulan terakhir, mungkinkah Zinedine Zidane memenangkan hati bekas anak-asuhnya.

Seperti orang tua yang kembali dari toko untuk menemukan kenyataan bahwa anak-anaknya telah mengamuk, membakar dapur, mengotori karpet, menimbulkan banyak kekacauan. Uniknya walau begitu Zidane tidak marah, walau kecewa ia masih mau membereskan segala kekacauan yang ada.Apa yang mendasari Zinedine Zidane mau menerima pinangan Real Madrid? Simak poin-poin penting hasil analisis Sky Sports alasan sang maestro bersedia menjilat ludahnya.

Zidane meninggalkan Madrid setelah memberikan kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya di era sepak bola modern. Belum pernah ada pelatih mampu melakukan yang ia lakukan. Juara Liga Champions tiga musim berturut-turut sesuatu yang sensasional.Zidane menantang sejarah dan matematika dengan memenangkan lebih banyak trofi Liga Champions daripada dibanding pelatih-pelatih terdahulu di era kekinian, yang semua orang tahu persaingannya amat panas.Pasca pria asal Prancis ini pergi situasi berubah. Gelar Piala Super Eropa musim ini melayang ke klub tetangga Atletico Madrid. Julen Lopetegui jadi orang paling bertanggung jawab akan hal itu.

Lopetegui dipecat pada bulan Oktober tetapi masalahnya terus berlanjut. Harapan memenangkan La Liga hilang segera setelah itu.Nadir datang minggu lalu ketika, setelah Santiago Solari mengalami mimpi buruk. Dimulai dengan kekalahan dari Barcelona di semifinal Copa del Rey, selanjutnya drama menyedihkan kekalahan kedua dari rival abadi Barcelona di pentas La Liga, kemudian terakhir Madrid dipermalukan oleh Ajax di 16 besar Liga Champions. Ketiga kekalahan terjadi di kandang: Stadion Santiago Bernabeu!

Buat Zidane keputusannya comeback ke Madrid dalam situasi sulit merupakan tantangan terbesar dalam kariernya.Jika Zidane dapat menemukan cara untuk memenangkan persaingan dari sini maka dia benar-benar pelatih ajaib. Dia layak disebut seorang nabi karena bisa membalikkan keadaan.Nakhoda berkepala pelontos ini seperti menampar presiden klub Florentino Perez yang seperti biasa-biasa saja menyikapi keputusannya pergi akhir musim lalu.

Saya pikir ini waktu yang tepat. Saya pikir para pemain perlu mengalami perubahan, kata Zidane pada Juni ketika mengumumkan keputusannya untuk pergi dari Real Madrid.Ucapan ini sejatinya amat dalam jika direnungkan. Maksud perkataan Zidane tentang para pemain. Sang mentor sadar, terlepas kualitas pemain yang dimiliki El Real, sejatinya klub yang satu ini punya masalah besar yang akan meledak.Jika saya tidak yakin 100 persen bahwa tim akan terus menang, atau bahkan jika saya mungkin ragu, saya pikir mungkin saatnya untuk pergi,” ujar pelatih kelahiran 23 Juni 1972 itu.

Saya pikir jika saya tetap menjadi manajer musim depan, akan sulit untuk memenangkan gelar. Lihat yang terjadi di liga dan Copa del Rey musim lalu, kami mengalami pasang surut. Saya tidak bisa melupakan kampanye domestik dengan mudah. Sangat sulit di liga, ada momen-momen yang tidak bisa saya lupakan,Zidane selalu memiliki visi yang luar biasa sebagai pemain dan dia juga tidak buta terhadap masalah yang mengintai di bawah permukaan di Real Madrid.Saat jadi juara Liga Champions terakhir Madrid amat bergantung pada pemain yang sudah tua, Cristiano Ronaldo. Sang pemain pun memutuskan pergi ke Juventus.Dengan materi pemain yang ada Zidane sadar ia tidak bisa melakukan sulap tiap pekan. Madrid tanpa Ronaldo tidak bisa konsisten. Fakta tak mengenakkan musim lalu Madrid yang juara Liga Champions hanya ada di posisi ketiga di La Liga, terpaut 17 poin dari Barcelona.

Zidane sadar, jika dirinya tetap ada di klub ia melakukan bunuh diri.Keputusan untuk kembali saat ini adalah keputusan cerdas. Semua orang di ibu kota Spanyol sekarang sadar betapa suramnya Real Madrid. Mereka tahu masalah utama tim ini. Zidane yang memahami akar masalah berpeluang besar dapat dukungan saat hendak melakukan peremajaan skuat.

Jika benar-benar kembali tidak ada yang bisa Zidane persembahkan buat Real Madrid. Kans buat meraih gelar juara di La Liga, Copa Del Rey, dan Liga Champions sudah tertutup rapat.Tapi buat Zidane itu tak masalah. Ia bisa bekerja dengan tenang tanpa tekanan.Klub ini sangat menuntut,” katanya di musim panas lalu.Saya selalu meminta lebih banyak dari para pemain. Bagaimana saya bisa meminta lebih banyak setelah apa yang telah kami raih.

Musim ini bisa dibilang transisi bagi sang mantan pemain Juventus tersebut buat membangun kerajaan baru. Musim depan ia punya power besar dari petinggi klub untuk melakukan bongkar pasang pemain.